Tuntut Keadilan, Kampus AMPP Dompu Gelar Aksi

0
821
loading...
loading...

Dompu, Gaung NTB – Puluhan masa aksi yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Dompu menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga (Dikpora) Dompu dan Kantor DPRD Dompu.
Pantauan Gaung NTB, Aksi yang berlangsung Selasa (18/02) sekitar pukul 10.30 Wita mengakibatkan arus lalu lintas macet beberapa jam dan aksi itu mendapat pengawalan ketat dari Polisi Polres Dompu.

Dalam aksinya AMPP, mengecam tindakan pungli dan menuntut apa yang dilakukan pihak Yapis Dompu agar memberikan fasilitas perkuliahan yang layak untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Kependidikan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu. Kemudian menuntut agar disediakan tenaga pengajar atau dosen yang mempunyai kompetensi sesuai program studi dan mata kuliah yang diajarkan. “Hapus Pungli dan turunkan biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) sesuai kebutuhan mahasiswa,” teriak Rio Hadi, Korlap aksi.

Disamping itu, Rio, meminta agar memberikan kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi di Kampus tanpa adanya intimidasi dan pengekangan pihak kampus, serta menegakan transparansi pengelolaan dana kampus sesuai amanat UU KIP atau Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setelah beberapa saat berorasi masa akhirnya diterima Kadikpora Dompu H Ichtiar SH yang berlangsung di depan Kantor Dikpora Dompu.

Pada kesempatan itu H Ichtiar ,di menjelaskan bahwa dirinya bersedia mendatangi Kampus STIKP-STIE Yapis Dompu, untuk melakukan koordinasi terkait persoalan yang dihadapi mahasisiwa. “Bila perlu Saya akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kopertais wilayah 8 Denpasar Bali,” janjinya.

Selain itu pula Ichtiar mengatakan bahwa terkait dengan persoalan dana di Kampus STIKP-STIE Yapis Dompu dirinya tidak dapat ikut campur karena hal itu diluar kewenangannya. Setelah mendengar penjelasan Kadikpora Dompu, mahasiswa melanjutkan aksi di depan Kantor DPRD Dompu. Namun kedatangan mereka di kantor itu tidak ada satupun anggota DPRD dompu yang menerima mereka.

Dalam aksi di kantor DPRD Dompu, sempat terjadi saling dorong antara Mahasiswa dan pihak Polisi Dompu yang malakukan penjagaan di pintu masuk DPRD Dompu. Usaha mahasiswa tidak berhasil karena jumlah yang tidak sebanding.

loading...

LEAVE A REPLY