NTB Dorong Distributor Pupuk Bersubsidi Perkuat Stok

0
1821
loading...
loading...

Mataram, Gaung NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong distributor pupuk bersubsidi agar tetap memperkuat stok di gudang, meskipun ada kebijakan pengurangan kuota subsidi pupuk dalam kurun waktu lima tahun sejak 2013.

“Kami dorong distributor pupuk bersubsidi perkuat stok di gudang karena kami yakin akan ada penambahan kuota, karena hampir semua provinsi teriak minta tambah kuota,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB Husni Fahri, di Mataram.

Ia mengatakan, awal Januari lalu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi sudah menyurati Menteri Pertanian, agar menambah kuota pupuk bersubsidi di 2014, dari jatah yang telah ditetapkan sebanyak 100.000 ton menjadi 130.000 ton.

Meskipun, hingga kini belum ada jawaban atas permintaan tambahan kuota pupuk bersubsidi itu, namun diyakini akan ada tambahan kuota.

“Yakin akan ada tambahan kuota, makanya kami tetap dorong distributor pupuk untuk perkuat stok di gudang. Ini strategi yang sudah dipakai tahun lalu, dan cukup berhasil,” ujarnya.

Menurut Fahri, sementara ini kebutuhan pupuk bersubsidi di wilayah NTB masih terlayani secara baik dengan kuota 100.000 ton.

Pada posisi akhir Januari 2014, tersedia sebanyak 13.000 ton yang belum terpakai habis hingga saat ini.
“Mungkin saja, tambahan kuota pupuk bersubsidi untuk NTB dan daerah lainnya pada September atau Oktober ketika jatah yang ada hampir habis,” ujarnya.

Ia meminta distributor pupuk bersubsidi harus tetap mempedomani prosedur dan ketentuan, yakni menggunakan sistem rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Di wilayah NTB, penyaluran pupuk urea bersubsidi itu, melibatkan sebanyak 11 distributor dan ribuan pedagang pengecer resmi di seluruh kabupaten/kota se-NTB yang menjadi mitra PT Pupuk Kaltim.

Dengan demikian, para petani yang terdaftar dalam RDKK bisa membeli pupuk urea bersubsidi sesuai dengan HET, dan setiap petani sudah dijatahkan sesuai luas lahan yang tercatat dalam RDKK.

Harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi di tingkat pedagang pengecer resmi yang masih berlaku sebesar Rp1.800 per kilogram, HET pupuk ZA sebesar Rp1.400 per kilogram dan pupuk NPK Rp2.300 per kilogram.
HET pupuk bersubsidi itu sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010 tentang Penetapan Perubahan Permentan No 50/2009 yang mengatur tentang kebutuhan dan HET pupuk bersubsidi, yang masih berlaku di 2011, 2012, 2013, dan 2014.

Meskipun, terkadang harga pupuk bersubsidi di pasar dalam wilayah NTB itu melebihi HET dan tidak jarang langka.(Ant)

loading...

LEAVE A REPLY