Dompu Bima

Buntut Pengeroyokan, Kandaidua-Montabaru Mencekam

Dompu, Gaung NTB – Warga dari Kelurahan Kandaidua Kecamatan Woja dan Montabaru serta Kelurahan Simpasai Dompu mencekam, pasalnya warga di keluarhan itu saling serang.

Pada Minggu (23/02) malam sekitar pukul 20.30 Wita lalu warga Kandaidua dikepung oleh dua kelompok warga yakni dari Montabaru dari arah Barat dan warga Renda Kelurahan Simpasai Woja Dompu dari arah Timur.

Penyerangan itu diduga akibat adanya isu pemukulan di Lapas Dompu, kemudian isu Lakalantas dan isu pemukulan Sahlan, warga Montabaru oleh oknum warga Kandaidua.

Kapolres Dompu AKBP Purnama, kepada Gaung NTB menjelaskan munculnya persoalan itu dipicu, terjadi kejadian Lakalantas atas nama Sahlan, mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk yang berboncengan dengan temannya yang berinisial Z, bertabrakan dengan dua sepeda motor di depan rumah Samsuddin mantan Anggota Dewan dari Kelurahan Kandaidua Kecamatan Woja Dompu, kemudian muncul isu lain bahwa ada oknum warga Kandaidua melakukan pemukulan terhadap Sahlan, yang sebenarnya itu tidak benar, sehingga timbul rasa ketidakpuasan dari kelompok warga Kelurahan Montabaru hingga terjadi pemblokiran jalan sebanyak tiga kali.
Pemblokiran pertama terjadi pada Pukul 01.30 pagi dini hari dan berhasil di buka, kemudian pada Minggu sekitar pukul 12.30 kembali terjadi pemblokiran jalan oleh kelompok Montabaru.

“Isu pemukulan Sahlan oleh warga Kandaidua itu tidak benar,” ungkap Kapolres Dompu AKBP Purnama, pada Gaung NTB di kantor Mapolres Dompu Selasa (25/02) kemarin.

Setelah difasilitasi dan dikomunikasikan di sepakati untuk berhenti blokir jalan, namun pada malam hari, kembali terjadi pemblokiran jalan dan terjadi perkelahian antara dua kelompok Montabaru dan Kandaidua sekitar pukul 20.30 Wita dan berhasil dipisahkan dan mengamankan kedua kelomok tersebut.

Namun dalam suasana tersebut, ada rasa solidaritas di internal warga dan membuka kembali konflik lama antara kelompok warga Renda Simpasai dengan Kelurahan Kandaidua Woja Dompu dan terjadi pemblokiran jalan di lingkungan Renda Simpasai Woja Dompu.

Aksi spontan itu jelas Purnama, yang diduga dilakukan kelompok Renda terkait dengan isu pemukulan warga Renda di Lapas.
Pihak keamanan menghalau kelompok tersebut, dan sempat terjadi perlawanan dan tindakan anarkis oleh warga Renda Simpasai, mereka menggunakan senjata tajam seperti panah, ketapel dan senjata api rakitan.

Dalam insiden itu jelas Purnama, ada jatuh korban baik dari kepolisan maupun dari warga Renda Simpasai, namun sejauh ini katanya, belum ada warga yang diamankan karena mereka melarikan diri.

Namun aparat keamanan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti panah, ketapel dan Senpi rakitan.

Korban dari Satuan Dalmas Bripka R terkena panah pada tangan kanan, sementara dari pihak masyarakat terdapat 4 ornag korban terkena peluru karet atas nama Sangau, Fauzi, dan Zainuddin, serta H Hamid terkena gas air mata Korban yang terkena peluru karet, proyektilnya sudah dikeluarkan dan sudah dipulangkan dari RSUD Dompu. Sementara Zainuddin masih dirujuk di RSU Mataram.

Terhadap profokator yang memicu terjadinya aksi tersebut tim unit intelejen Reskrim Polres Dompu dan Resmob Polres Dompu tengah melakukan penyidikan. “Kami telah melakukan pengejaran dan pelakunya melarikan diri,” jelasnya.

Sementara terhadap pemilik Senpi Rakitan akan diamankan karena menggunakan senjata api tanpa ijin melanggar UU Nomor 12 tahun 2001.

Dalam sweping yang digelar malam Senin lalu menurut Purnama telah diamankan 1 buah Senpi rakitan, 1 buah senjata pelontar panah, 60 butir peluru aktif jenis SS1 ukuran 5,56 x 45 mm, 17 anak panah rakitan, 2 buah borgol, 2 bilah parang dan 6 buah bom molotof.
Sebagian dari BB tersebut jelas Purnama, diperoleh dari kediaman warga Montabaru dan dari warga Ginte Kandaidua Woja Dompu.

Sementara itu Sahlan, yang menjadi korban pemukulan dari kejadian Lakalantas yang dikonfirmasi di RSUD Dompu, membenarkan dirinya dipukul, namun dia mengaku tidak mengetahui siapa dan dari mana orang yang memukulnya.

“Saya tidak tahu siapa yang memukul saya,” kata Sahlan yang saat korban masih dirawat secara intensif di RSUD Dompu.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close