PT Newmont Nusa Tenggara

BPM-PD Gelar Sosialisasi Program BSPS di Samapuin

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-PD) Kabupaten Sumbawa sebagai SKPD penanggungjawab Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumbawa mulai melakukan sosialisasi terhadap program dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Dari 5 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program tersebut, BPM-PD baru melakukan sosialisasi di Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa, Rabu (5/2). Bertempat di Aula Kantor Lurah Samapuin, kegiatan sosialisasi ini dipimpin Kepala Bidang SDA dan TTG BPM-PD Kabupaten Sumbawa, Ir Ni Wayan Rusmawati M.Si, selaku penanggungjawab kegiatan, diikuti sekitar 129 orang calon penerima program BSPS atau dikenal dengan program bedah rumah.

Dalam sosialisasi itu, Tim BPM PD Kabupaten Sumbawa didampingi Konsultan Pendataan dan Supervisi Program BSPS Kabupaten Sumbawa, Ika Putira Susanti, Lurah Samapuin, dan Tim Pendamping Masyarakat (TPM).

Dalam kesempatan itu, Wayan—sapaan akrab Ni Wayan Rusmawati, menjelaskan, program bantuan yang diberikan pemerintah ini bersifat stimulant. Pemerintah hanya memberikan bantuan sebagai motifasi bagi masyarakat agar mau berswadaya dalam memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni agar menjadi layak ditempati.
Sasaran dari prgoram ini sebut Wayan, adalah masyarakat tidak mampu yang memenuhi syarat sesuai dengan Permenpera No. 6 Tahun 2013.

Pada kesempatan itu Wayan juga menyampaikan Program BSPS berhasil diperoleh Kabupaten Sumbawa, hasil dari Rapat Koordinasi Regional (Konreg) yang diikuti Bupati Sumbawa, Bappeda dan BPM-PD, bersama Kemenpera di Jakarta. Selanjutnya diikuti dengan MoU, sehingga program BSPS ini dapat direalisasikan pada Tahun 2014 ini. Tahap pertama, jumlah yang diperoleh mencapai 1.375 unit untuk 5 desa dan kelurahan di 2 kecamatan atau masing-masing Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Rp 7,5 juta.

Untuk diketahui, calon penerima program di Kelurahan Samapuin hasil pendataan konsultan, mencapai 129 orang. Setelah diverifikasi terhadap calon penerima program, hasilnya terbagi dalam 3 kelompok yakni ada MBS yang sudah dinyatakan lulus sebagai penerima program, 81 orang. Mereka dinyatakan telah memenuhi syarat baik kelengkapan dokumen maupun hasil verifikasi lapangan atau memenuhi syarat setelah dilakukan pengecekan fisik.
Sementara kelompok kedua, sekitar 19 orang yang sudah memenuhi syarat dari sisi kelayakan rumah untuk mendapatkan bantuan, namun secara administrasi belum lengkap dokumen, di antaranya KTP, belum memiliki KK, dan surat keterangan kepemilikan tanah, dan dokumen lainnya.

Untuk itu kepada mereka masih diberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen tersebut dalam waktu seminggu. “Kalau dalam waktu seminggu tidak dapat melengkapi dokumennya kami nyatakan mereka tidak dapat menerima program,” jelas Wayan.

Sementara itu untuk kelompok terakhir, yakni kelompok yang sudah dinyatakan tidak dapat diberikan bantuan. Sebab hasil verifikasi lapangan ternyata fisik rumah yang diusulkan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. “Kami minta warga yang telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dapat dipergunakan agar bermanfaat dan tidak disalahgunakan. Jika menyimpang akan berisiko hukum,” tandasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply